Enam unit irigasi perpompaan itu diusulkan untuk wilayah Kunir, Klakah, Pasirian, dan Tempursari. Infrastruktur tersebut disiapkan sebagai alternatif pengairan ketika pasokan air hujan belum mencukupi kebutuhan tanaman.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan tanaman hortikultura membutuhkan ketersediaan air yang cukup dan stabil.
"Tanaman hortikultura sangat membutuhkan air yang stabil dan cukup, sehingga cukup sensitif terhadap perubahan cuaca," ujar Hendra, Jumat (2/10/2026).
Menurut Hendra, curah hujan yang rendah dapat menurunkan kelembapan tanah. Kondisi semakin menjadi perhatian karena hujan yang turun belum tentu merata di seluruh wilayah Lumajang.
Keterbatasan air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Jika berlangsung dalam waktu panjang, kondisi tersebut berpotensi berdampak terhadap produktivitas dan hasil panen.
"Kalau ketersediaan air berkurang, pertumbuhan tanaman ikut terpengaruh. Dampaknya kemudian bisa sampai pada produktivitas dan jumlah panen," jelasnya.
Karena itu, pengajuan enam unit irigasi perpompaan diarahkan untuk memperkuat dukungan pengairan di kawasan sentra hortikultura. Petani nantinya diharapkan memiliki alternatif sumber air ketika kondisi hujan belum mendukung.
Namun, enam unit tersebut saat ini masih berstatus usulan. Artinya, fasilitas itu belum dapat disebut telah terbangun maupun beroperasi di lahan pertanian.
Pemkab Lumajang berharap dukungan pengairan tersebut dapat membantu petani menjaga ketersediaan air selama periode dengan curah hujan rendah, sekaligus menjaga keberlangsungan budidaya hortikultura di sejumlah wilayah.


▶
▶
▶
▶
▶




Narative.id Pemalang · Kebijakan & Politik
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Lumajang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR