Narative.id Lumajang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Berita

Produksi Hortikultura Tak Merata, Lumajang Siapkan Pasokan dari Daerah Surplus

Pemkab Lumajang menyiapkan opsi pasokan hortikultura dari daerah surplus untuk menjaga ketersediaan komoditas dan mengantisipasi tekanan harga akibat produksi yang tidak merata.
Petani memanen cabai di lahan pertanian. Produksi hortikultura yang tidak merata mendorong Pemkab Lumajang menyiapkan opsi pasokan dari daerah surplus.
Petani memanen cabai di lahan pertanian. Produksi hortikultura yang tidak merata mendorong Pemkab Lumajang menyiapkan opsi pasokan dari daerah surplus. · Foto: Zuliatin/Narative ID
NARATIVE.ID, Lumajang, - Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan skema pasokan hortikultura dari daerah lain yang mengalami surplus. Langkah ini menjadi opsi untuk menjaga ketersediaan komoditas saat produksi di sejumlah wilayah mengalami penurunan akibat kondisi cuaca.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, mengatakan kondisi produksi pertanian tidak selalu sama antardaerah.

Menurutnya, wilayah yang mengalami surplus dapat menjadi sumber pasokan bagi daerah yang produksinya sedang mengalami tekanan.

"Kalau ada daerah yang surplus, kita bisa mengambil pasokan dari daerah tersebut untuk memenuhi kebutuhan. Ini salah satu upaya untuk menjaga pasokan dan menekan gejolak harga," kata Hendra, Jumat (2/10/2026).

Hendra menjelaskan perbedaan produksi dapat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai cuaca, ketersediaan air, kondisi lahan hingga waktu panen. Kondisi tersebut membuat produksi suatu komoditas tidak selalu berlangsung dalam jumlah yang sama pada waktu bersamaan.

Karena itu, koordinasi dan kerja sama antardaerah menjadi salah satu alternatif yang disiapkan Pemkab Lumajang.

Skema tersebut memungkinkan kebutuhan komoditas tidak sepenuhnya bergantung pada produksi lokal. Ketika produksi di suatu wilayah menurun, pasokan dari daerah yang memiliki kelebihan produksi dapat menjadi alternatif.

Salah satu perhatian pemerintah adalah menjaga ketersediaan komoditas hortikultura yang dibutuhkan masyarakat, termasuk cabai dan berbagai komoditas lainnya yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha pangan.

Selain menjaga ketersediaan, penguatan pasokan juga berkaitan dengan kondisi harga. Berkurangnya pasokan ketika kebutuhan masyarakat tetap tinggi dapat meningkatkan tekanan terhadap harga di pasar.

Meski demikian, Hendra menegaskan skema pasokan dari daerah surplus merupakan opsi, bukan berarti setiap penurunan produksi lokal otomatis diikuti pengambilan komoditas dari daerah lain.

Pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi produksi, kebutuhan komoditas serta hasil koordinasi dengan daerah yang menjadi sumber pasokan.

Pemkab Lumajang melalui DKPP juga terus memantau dinamika produksi hortikultura. Kerja sama antardaerah menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk menjaga kesinambungan pasokan ketika produksi masing-masing wilayah mengalami perbedaan.

Dengan pola tersebut, ketahanan hortikultura tidak hanya bergantung pada produksi di tingkat petani, tetapi juga mencakup ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi antardaerah.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
Zuliatin
Zuliatin
Reporter / Redaksi Narative.id Lumajang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT