Berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, aktivitas Semeru juga ditandai dengan delapan kali letusan yang menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 400-600 meter di atas puncak. Asap berwarna kelabu tebal teramati bergerak condong ke arah timur.
"Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke Tenggara," ujar Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima Narative.id, Sabtu (17/10/2026).
Aktivitas tersebut menjadi perhatian karena potensi bahaya Semeru tidak hanya berasal dari guguran lava pijar dan material letusan. Awan panas guguran serta banjir lahar juga perlu diantisipasi, terutama di kawasan aliran sungai yang berhulu dari gunung tersebut.
Petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar.
"Kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar," pungkas Liswanto.
Dengan status masih Siaga, masyarakat di kawasan rawan bencana diharapkan mematuhi rekomendasi petugas dan mengikuti perkembangan informasi resmi aktivitas Gunung Semeru. Kewaspadaan perlu dijaga, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak material vulkanik maupun aliran lahar.


▶
▶
▶
▶
▶
▶
▶




Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Ekonomi & Usaha
Narative.id Malang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Pemalang · Lingkungan & Bencana
Narative.id Malang · Pendidikan
Narative.id Jawa Timur · Kebijakan & Politik
Narative.id Jawa Timur · Lingkungan & Bencana

KOMENTAR (0)
MASUKDAFTAR