Narative.id Lumajang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Lingkungan & Bencana

Semeru Luncurkan Lava Pijar 1,5 Km, Ancaman Awan Panas dan Lahar Perlu Diwaspadai

Gunung Semeru di Lumajang meluncurkan guguran lava pijar sejauh 1,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan pada Sabtu (17/10/2026). Aktivitas gunung ditandai delapan kali letusan dengan kolom abu setinggi 400–600 meter. Status masih Level III atau Siaga. Warga diminta menjauhi radius 13 kilometer dari puncak dan mewaspadai potensi awan panas guguran serta banjir lahar.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dengan guguran lava pijar yang teramati sejauh 1,5 kilometer ke arah tenggara menuju Besuk Kobokan, Sabtu (17/10/2026).
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dengan guguran lava pijar yang teramati sejauh 1,5 kilometer ke arah tenggara menuju Besuk Kobokan, Sabtu (17/10/2026). · Foto: Dok Istimewa
NARATIVE.ID, Lumajang – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat dengan teramati guguran lava pijar sejauh 1,5 kilometer ke arah tenggara menuju Besuk Kobokan, Sabtu (17/10/2026). Di tengah aktivitas tersebut, status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan laporan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, aktivitas Semeru juga ditandai dengan delapan kali letusan yang menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 400-600 meter di atas puncak. Asap berwarna kelabu tebal teramati bergerak condong ke arah timur.

"Gunung Semeru mengeluarkan guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke Tenggara," ujar Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima Narative.id, Sabtu (17/10/2026).

Aktivitas tersebut menjadi perhatian karena potensi bahaya Semeru tidak hanya berasal dari guguran lava pijar dan material letusan. Awan panas guguran serta banjir lahar juga perlu diantisipasi, terutama di kawasan aliran sungai yang berhulu dari gunung tersebut.

Petugas mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Warga yang berada di sekitar daerah aliran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar.

"Kami mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas sejauh 13 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar," pungkas Liswanto.

Dengan status masih Siaga, masyarakat di kawasan rawan bencana diharapkan mematuhi rekomendasi petugas dan mengikuti perkembangan informasi resmi aktivitas Gunung Semeru. Kewaspadaan perlu dijaga, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak material vulkanik maupun aliran lahar.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
#Alam & Lingkungan#Desa#Semeru#Warga
Zuliatin
Zuliatin
Reporter / Redaksi Narative.id Lumajang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

Sucy Sanggar PSB ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT