Narative.id Lumajang · Network of Local News
ADVERTISEMENTtes4
Lingkungan & Bencana

Lumajang Siaga Bencana hingga Januari 2027, Tanggul Sungai Regoyo Rusak

Pemkab Lumajang menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi mulai 2 November 2026 hingga 1 Januari 2027. Sejumlah bencana akibat hujan deras terjadi di beberapa wilayah, termasuk kerusakan tanggul Sungai Regoyo di Desa Gondoruso akibat banjir lahar Semeru.
Kerusakan tanggul Sungai Regoyo di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Lumajang, akibat banjir lahar Gunung Semeru. BPBD masih melakukan asesmen untuk mendata tingkat kerusakan.
Kerusakan tanggul Sungai Regoyo di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Lumajang, akibat banjir lahar Gunung Semeru. BPBD masih melakukan asesmen untuk mendata tingkat kerusakan. · Foto: ( Zuliatin/ Narative id

NARATIVE.ID Lumajang, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi selama dua bulan, mulai 2 November 2026 hingga 1 Januari 2027. Penetapan ini menyusul sejumlah bencana akibat hujan deras, termasuk banjir lahar Gunung Semeru yang menyebabkan kerusakan infrastruktur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan status siaga tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama periode penghujan.

"Status siaga bencana hidrometeorologi ditetapkan selama 2 bulan hingga 1 Januari 2027 mendatang," ujar Isnugroho kepada awak media, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan data BPBD Lumajang, hujan deras sejak Minggu malam (1/11) hingga Senin (2/11) memicu sejumlah kejadian bencana. Mulai dari banjir lahar, tanah longsor, pohon tumbang hingga banjir genangan di beberapa wilayah.

Salah satu dampak terjadi di Kecamatan Pasirian. Banjir lahar Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan pada aliran tanggul Sungai Regoyo di Desa Gondoruso.

Sementara di Kecamatan Tempursari, bencana dilaporkan terjadi di lima desa. Kejadian tersebut berupa banjir lahar dan tanah longsor yang dipicu hujan deras.

Banjir genangan juga terjadi di Kecamatan Jatiroto, tepatnya di Dusun Persil, Desa Rojopolo.

Isnugroho mengatakan BPBD masih melakukan asesmen untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan masyarakat terdampak.

"Langkah kami masih melakukan asesmen untuk mendata mana saja yang rusak, dan apa saja yang dibutuhkan oleh warga," terangnya.

Penetapan status siaga bencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengantisipasi potensi bencana selama musim hujan. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir lahar, bantaran sungai, dan wilayah perbukitan diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung.

BPBD Lumajang masih melakukan pendataan untuk menentukan kebutuhan penanganan dan bantuan bagi warga terdampak.

Rekomendasi Video

Dipilih otomatis sesuai topik · geser →
ADVERTISEMENTpromo aplikasi inline berita
#Desa#Jelajah Lumajang#Semeru#Warga
Zuliatin
Zuliatin
Reporter / Redaksi Narative.id Lumajang

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berita Terkait

BERITA TERBARU DARI JARINGAN NARATIVE.ID

ADVERTISEMENT
KristiantoADVERTISEMENT